Musnad Imam Ahmad
Musnad Imam Ahmad No. 8986
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ سِيرِينَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَأَلْجَأَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَّا الْآخَرُ فَأَلْجَأَهُ إِلَى عُمَرَ قَالَ أَحَدُهُمَا
نَهَى عَنْ الزِّقَاقِ وَالْمُزَفَّتِ وَعَنْ الدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ وَقَالَ الْآخَرُ نَهَى عَنْ الزِّقَاقِ وَالْمُزَفَّتِ وَعَنْ الدُّبَّاءِ وَالْجَرِّ أَوْ الْفَخَّارِ شَكَّ مُحَمَّدٌ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Ibrahim] berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad] -yaitu Ibnu Sirin- berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Hurairah] dan [Abdullah bin Umar], bahwa salah seorang dari keduanya menyandarkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sedangkan yang lain kepada [Umar]. Salah seorang dari keduanya melarang dari Ziqoq, muzaffat, dubbaa`, dan hantam, sedangkan yang lain melarang dari ziqoq, muzaffat, dubbaa`, dan jarr atau Fakhkhor. Muhammad masih merasa ragu."